Tindak Tutur

Tindak Tutur Langsung Literer

–          Buang sampah pada tempatnya!

Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang kakak kepada adiknya. Modusnya kalimat perintah untuk memerintah, maksudnya menyuruh adiknya untuk membuang sampah pada tempatnya. Sehingga kalimat tersebut disebut tindak tutur langsung literer.

 

–          Jam tangan itu sangat bagus.

Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang mahasiswa kepada temannya ketika mereka sedang jalan-jalan. Modusnya kalimat berita untuk memberitakan, maksudnya memberitakan bahwa jam tangan yang sedang mereka lihat sangat bagus. Sehingga kalimat tersebut disebut tindak tutur langsung literer.

Tindak Tutur Tidak Langsung Literer

–          Jendelanya kotor.

Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang ibu kepada anaknya. Modusnya kalimat berita untuk memerintah, maksudnya jendelanya kotor dan harus dibersihkan. Sehingga kalimat tersebut disebut tindak tutur tidak langsung literer.

 

–          Di mana bajunya ?

Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang anak pada ibunya. Modusnya kalimat tanya untuk memerintah, maksudnya menyuruh ibunya untuk mengambilkan baju. Sehingga kalimat tersebut disebut tindak tutur tidak langsung literer.

 

 

Tindak Tutur Langsung Tidak Literer

–          Kamarmu rapi sekali.

Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang anak pada temannya. Modusnya kalimat berita untuk memberitakan, maksudnya bahwa kamar temannya tersebut tidak rapi. Sehingga  kalimat tersebut disebut tindak tutur langsung tidak literer.

 

–          Kalau mau nilai ujianmu bagus, tidak usah belajar!

Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang ayah pada anaknya yang akan mengikuti ujian akhir namun tidak pernah belajar. Modusnya kalimat perintah untuk memerintahkan, maksudnya supaya anaknya lebih rajin belajar menjelang ujian akhir. Sehingga  kalimat tersebut disebut tindak tutur langsung tidak literer.

 

Tindak Tutur Tidak Langsung Tidak Literer

–          Mobilnya bersih sekali.

Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang majikan pada sopirnya. Modusnya kalimat berita untuk memerintah, maksudnya mobilnya kotor dan harus segera dibersihkan. Sehingga kalimat tersebut disebut tindak tutur tidak langsung tidak literer.

 

–          Apakah dalam ruangan ini tidak ada lampu ?

Kalimat tersebut diucapkan seorang dosen pada mahasiswanya ketika memasuki ruang kelas. Modusnya kalimat tanya untuk memerintah, maksudnya ruangan itu gelap dan lampu perlu dinyalakan. Sehingga kalimat tersebut disebut tindak tutur tidak langsung tidak literer.

This entry was posted in linguistik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s